Gunung Fuji Dalam Angka


Menginap satu hari di Kawaguchiko memang menjadi tujuan kami sekeluarga ketika pergi liburan di Jepang beberapa tahun lalu. Tujuan sebenarnya adalah hendak menikmati pemandangan Gunung Fuji sejak pagi, yang biasanya jernih tanpa tertutup awan. Dan pagi itu, pemandangan cantik gunung yang sering malu-malu bersaput awan itu benar-benar menampakkan keindahannya, apalagi disanding dengan Danau Kawaguchi yang amat tenang sebagai latar depan. Kalau mau cerita lengkapnya, bisa dibaca cerita lengkapnya: Memeluk Indahnya Sepi di Danau Kawaguchiko

IMG_1325
Mt. Fuji from Kawaguchiko

Nah, di dalam kamar penginapan kami, -yang malam sebelumnya membuat saya merasa serem-serem sedap-, ada sebuah informasi yang dibuat menarik, yaitu tentang Gunung Fuji dalam angka. Informasi itu dilaminasi dan dimasukkan ke dalam sebuah folder bersama dengan brosur-brosur pariwisata sekitarnya (dan saya berpikir mengapa pariwisata kita tidak melakukan hal itu ya?)

Informasi itu ditandai oleh icon kategori yang diberikan dalam bentuk gambar/simbol, seperti Informasi Umum, Sejarah, Kondisi Alam, Pendakian, Akses, Harga, Cinderamata dan Trivia. Keren banget kan, jadinya mudah dibaca.

Membacanya saya jadi terbayang proses pendakiannya…

  1. Gunung Fuji (Fujisan) terdaftar di UNESCO World Heritage Site per tanggal 22 Juni 2013. Dengan demikian, bukan hanya negara Jepang yang wajib memeliharanya melainkan seluruh umat manusia yang berbagi di satu dunia ini, apalagi yang mendakinya. Sungguh memalukan kan, bulan Agustus 2014 lalu ada turis yang melakukan vandalisme alias mencoret-coret membuat graffiti di batu besar dengan tulisan CLA-X INDONESIA, yang membuat warga negara Jepang marah sekali. Bagi mereka, Gunung Fuji merupakan gunung suci.
  2. Status Gunung Fuji merupakan situs ke 17 dari semua situs yang dimiliki Jepang yang terdaftar di UNESCO World Heritage Site (Meskipun per tahun 2019 ini sudah mencapai 23 Situs)
  3. Saya sih percaya saja deh, kalau di tabel itu tertulis Gunung Fuji itu memiliki volume sekitar 1400km3, saya juga tidak berminat untuk mengukur kok, sebab terbayang juga sih, kalau 1 km x 1 km x 1 km = 1km3 artinya kan ada 1400 X-nya.
  4. Jumlah danau yang mengelilingi Gunung Fuji ada 5 yaitu Danau Motosu, Danau Shojin, Danau Sai, Danau Kawaguchi dan Danau Tamanaka. Berada di pinggir danau itu sangat tepat untuk menikmati Gunung Fuji.

    IMG_1333
    Mt. Fuji in numbers
  5. Gunung Fuji itu tingginya 3776 meter diukur pada titik tertinggi di Kengamine dan tingkat kecepatan angin yang bertiup di puncaknya rata-rata berkisar 11m/detik. Dan suhu di puncak rata-rata bisa mencapai -6C. (Ah, kira-kira saya kuat gak ya mendaki kesana, sekilas pemikiran saja siii)

  6. Di Gunung Fuji itu tercatat ada 119 species kupu-kupu dan 180 jenis burung liar. Keren ya, sampai tercatat seperti ini.
  7. Musim pendakian Gunung Fuji dimulai dari tanggal 1 Juli hingga minggu pertama September, yang merupakan periode terbaik dengan kemungkinan suhu dan angin yang paling bersahabat. Diluar waktu itu, kondisinya sangat tidak bersahabat dan membahayakan jiwa. Mendaki gunung kan seharusnya untuk memperkaya jiwa bukannya menghilangkannya.
  8. Sudah sejak 2012, dalam setahunnya tercatat lebih dari 25,000 orang kenaikan per tahun, yang menunjukkan semakin tingginya minat orang mendaki gunung suci di Jepang ini.  Rekor terbesar waktu itu sih tanggal 28 Juli 2012 yang mencatatkan ada 11,779 orang pendaki pada satu hari itu. Aduh terbayang jalurnya pasti penuh dan ada antrian ya…
  9. Per tahun 2012 sudah tercatat 318,565 orang telah mendaki Gunung Fuji di ketinggian 3776 Mdpl yang dilakukan melalui 4  jalur, yaitu:
    1. Jalur Yoshida yang paling populer, yang dilakukan oleh 189,771 pendaki, mulai dari ketinggian 2305 Mdpl sepanjang 7.5 km menanjak dalam waktu 6 jam dan 7,6 km saat turun yang bisa dilakukan dalam waktu 3 jam.
    2. Jalur Subashiri, yang dilakukan oleh 35,577 orang, mulai dari ketinggian 1970 Mdpl sepanjang 7,8 km menanjak selama 6.5 jam dan 6,2 km saat turun yang dapat dilakukan dalam 3 jam
    3. Jalur Gotemba, yang dilakukan oleh 15,462 pendaki, mulai dari ketinggian 1440 Mdpl sepanjang 11 km menanjak selama 7,5 jam dan 8,5 km saat turun yang dapat dilakukan dalam 3,5 jam
    4. Jalur Fujinomiya, yang dilakukan oleh 77,755 pendaki, mulai dari ketinggian 2400 Mdpl, sepanjang 5km menanjak selama 5 jam dan 5 km saat turun yang dilakukan dalam 3.5jam
  10. Pada tahun 1832 pertama kalinya seorang pendaki perempuan mencapai Puncak, meskipun saat itu ia berpakaian seakan-akan ia laki-laki karena pada masa itu, perempuan dilarang untuk mendaki gunung. Dan baru 40 tahun kemudian, pada tahun 1872 Gunung Fuji membuka diri untuk didaki oleh perempuan.
  11. Di sepanjang jalur pendakian terdapat penginapan sederhana dengan biaya sekitar 5500 Yen, tidak termasuk makanan. Dan setahu saya dilarang mendirikan tenda dan membuat api. Dan tidak disarankan, demi kesehatan, untuk melakukan pendakian secara cepat dan langsung turun pada hari yang sama tanpa menginap.
  12. Rekor pendaki tertua tercatat umurnya 101 tahun! Hebat ya… Jepang memang merupakan negara yang penduduk usia tuanya masih banyak yang sehat dan terus melakukan aktivitas fisik yang tidak ringan.
  13. Di Puncak Gunung Fuji, harga oksigen ukuran kecil dijual 500 Yen dan ukuran besar dijual 1000 Yen. Semangkuk mie instan harganya 800 Yen dan satu botol air mineral dalam kemasan botol harganya 500 Yen. Dan untuk ke toilet dibebankan 100 – 300 Yen. Hitung saja jika 1 Yen sekarang sekitar 130 Rupiah.
  14. Belum lagi menghitung uang yang harus dikeluarkan untuk transportasi dari 1080 Yen hingga 3300 Yen, tergantung dari lokasi mana dan memilih jalur apa untuk mendakinya.
  15. Informasi lebih lengkapnya mengenai pendakian bisa dilihat di Fujisan Climb Official Website

Ok, saya hanya menuliskan kembali dari apa yang ada di penginapan kami di Kawaguchiko dan sepertinya harus diupdate juga informasinya. Saya tahu bahwa sudah banyak lho pendaki Indonesia yang melakukannya. Kalau sudah, ditunggu ceritanya ya….

-o-


Pos ini ditulis sebagai tanggapan atas tantangan mingguan dari Celina, A Rhyme in My Heart, dan Cerita Riyanti sebagai pengganti Weekly Photo Challenge-nya WordPress, yang untuk tahun 2019 minggu ke-43 ini bertema Numbers agar blogger terpacu untuk menulis artikel di blog masing-masing setiap minggu. Jika ada sahabat pembaca mau ikut tantangan ini, kami berdua akan senang sekali…

 

 

WPC – Numbers In Front Of The Elevator


20160604_091348
Numbers on the Wall

Are we aware that we are dealing with numbers in many aspects of our daily life since early morning to midnight? When we open the eyes, we are looking at the numbers on the alarm clock, then soon to the numbers on the mobile phone. Perhaps we take and press the remote controls of the entertainment devices which also have the figures. If we drive then we cannot avoid seeing numbers on the odometer of the vehicle. In our working desk, facing the computer or tablet or any gadget, we also cannot escape from numbers. Practically whole day we will be dealing continuously with the numbers.

Likewise with me in one moment at the afternoon, I was looking for my room in a hotel where a business workshop will be held on the following day. After getting off the elevator on the room floor, I was standing and looking at the direction of the room numbers on the wall…. left, right or straight?

Like Heinz Page said…

Information is just signs and numbers, while knowledge involves their meaning. What we want is knowledge, but what we get is information

By the way, do you ever get lost on looking for your room in a hotel? 😀

******

You can find more beautiful photos of Numbers as the topic of the Daily Post Weekly Photo Challenge for this week.