WPC – Ascend To The Top


I was blessed having the chance to see a rare event in the main temple of Maha Lokamarazein Kuthodaw Pagoda in Mandalay, Myanmar, during my visit to this temple which is famous as The World’s Biggest Book Temple. I could see a brave guy who climbed to top of Main Stupa without adequate safety equipment or perhaps I could say, without any safety equipment at all. He could climb to the peak of the Stupa only in 1 minute. Living as a local with Buddhism since born, he did it because of his love to The Buddha. Having the chance to clean the top of the Stupa is a honor task.

 

IMG_3805

In response to Daily Post Weekly Photo Challenge with Ascend as keyword

WPC – Intricate Design in Myanmar Temples


A Prayer's Hall in Shwedagon
A Prayer’s Hall in Shwedagon
An intricate roof in Shwedagon
An intricate roof in Shwedagon
Gate of Prayers' Hall - Shwedagon
Gate of Prayers’ Hall – Shwedagon
Mandalay Roof in Shwedagon
Mandalay Roof in Shwedagon

I could not deny that temples in Myanmar were shown in my mind when I read that “Intricate” is being the theme of Weekly Photo Challenge.

Surely, I cannot forget with the intricate design of the roofs and gates of Shwedagon Phaya in Yangon, and Mahamuni Temple in the city of Mandalay.

The roofs, the gates of prayers’ hall and the pillars are intricately carved, mostly with gold color. Those made the temple and pagoda so bright at night. The attractive decoration on the top curved gate in Mahamuni, on the pillars and the roofs as well, -in Shwedagon or in Mahamuni, all amazed me. I believed only highly skilled artistic workers with consistent strength could make it all happened.

Pagoda Mahamuni
Pagoda Mahamuni
Gate in Mahamuni - Mandalay
Gate in Mahamuni – Mandalay

3 Destinasi Terbaik Yang Wajib Dikunjungi di Mandalay


Rasanya belum bisa dibilang sudah traveling ke Mandalay bila belum melihat proses pembuatan gold leaf, atau pergi ke Pagoda Mahamuni yang menjadi icon Mandalay dan U-Bein Bridge yang magis. Bagi saya, inilah destinasi yang saya kategorikan sebagai ‘save the best for last’ dalam kunjungan saya ke Mandalay.

Pembuatan Gold Leaf

Di Burma, hampir semua patung Buddha atau tokoh yang dipersamakan serta benda-benda suci lainnya biasanya dilekatkan dengan lembaran emas sehingga tampil berkilau. Penempelan ini bukan sekedar asal tempel melainkan merupakan rangkaian proses keimanan dan keyakinan terhadap Buddha. Dikatakan bila seseorang sakit, maka ia akan berdoa di depan Buddha dan dengan merekatkan lembaran emas ke tempat yang sakit, ia yakin dan percaya Buddha akan mengambil seluruh penyakitnya dan menyembuhkannya. Demikian pula saat gembira, sebagai rasa syukur ia akan melakukan hal yang sama. Tidak heran, dimana-mana patung Buddha umumnya berlapis emas.

Pembuatan Gold Leaf
Pembuatan Gold Leaf

Dan salah satu tempat pembuatan lembaran emas (gold leaf) yang paling terkenal adalah di Mandalay. Tidak hanya di Burma, nama Mandalay harum hingga ke negara-negara tetangga terutama yang berorientasi Buddha Theravada, seperti Thailand. Saat saya mengunjungi tempat pembuatan gold leaf, tampak foto Princess Saradhorn, salah satu putri Raja Thailand yang pernah berkunjung.

Karena agak trauma dengan scam di Thailand, terutama yang berhubungan dengan logam atau batu mulia, Lanjutkan membaca “3 Destinasi Terbaik Yang Wajib Dikunjungi di Mandalay”

Mengunjungi Mandalay, Kota Kerajaan Terakhir di Burma


Benteng Mandalay
Benteng Mandalay

Awalnya saya mengira Mandalay itu berada di Phillippines, karena ada lagu Mandalay dari La Flavour yang ngetop bersamaan dengan Tagalog Disco. Saya tidak mengira Mandalay itu ada di Burma dan bahkan bisa sampai menjejakkkan kaki ini di bumi Mandalay!

Penerbangan pertama dari Bagan ke Mandalay dengan pesawat baling-baling ATR72 – 500 Air Mandalay yang kurang dari 1 jam, mendarat mulus di Bandara Mandalay (MDL). Namun sebagai salah satu bandara terbesar di Burma, saingan dengan bandara di Yangon dan Naypyidaw (ibu kota Burma yang sekarang), bandara Mandalay terasa sangat lengang, mungkin karena masih pagi atau memang tidak banyak penggunanya.

Di sini, di bandara Mandalay, seperti juga di kota-kota Burma yang sebelumnya saya datangi, saya tetap melewati pemeriksaan paspor untuk diregistrasi oleh petugas berseragam bermuka aneh. Baiklah… dimana kaki berpijak disanalah langit dijunjung… Mandalay I’m coming…

Mandalay, satu-satunya destinasi di Burma yang saya kunjungi tanpa itinerary yang jelas, akomodasinya pun belum dipesan. Tetapi pengalaman perjalanan yang menyenangkan sebelumnya dapat meyakinkan bahwa rasa ingin tahu yang membuncah bercampur kesenangan menjumpai hal baru akan menambah makna perjalanan ini. Saya melangkah yakin ke konter akomodasi dan taxi, untuk memesan akomodasi sekaligus taxi ke pusat kota. Mbak-mbak cantik di balik konter memberikan rekomendasi penginapan yang terjangkau dan aman untuk female solo-traveler seperti saya. Dia juga memberikan rekomendasi sewa mobil yang dapat saya gunakan untuk berkeliling kota, tetapi langsung saya tolak karena mahalnya minta ampun.

Untuk sampai ke pusat kota yang jauhnya 35 km, saya menggunakan taxi, yang pengemudinya mengajak seorang temannya untuk ngobrol dan membiarkan saya menikmati perjalanan jauh itu dengan latar belakang suara brisik pembicaraan mereka dalam bahasa Burma. Sebuah tantangan galau… hehehe…

Lanjutkan membaca “Mengunjungi Mandalay, Kota Kerajaan Terakhir di Burma”