Kala Sakit Menghampiri, Rasa Syukur Kian Menderas


Bila memang saatnya telah tiba, sehebat-hebatnya kita menjaga kesehatan, tetap saja sakit itu akan datang berkunjung. Kali ini bukan karena banyaknya penjaga kesehatan yang ditugaskan di tubuh, melainkan karena diri sendiri yang memperkenankan bahaya masuk.

Laksana kuda Troya, dengan suka hati saya menyambut begitu banyak sambal dan teman-temannya ke dalam tubuh. Dan tanpa disadari, pasukan ‘musuh’ menyerang dengan mudahnya pada saat lengah. Alhasil, tubuh dikalahkan oleh diare sehingga kekurangan cairan. Minum air dan oralit pun tidak mempan lagi, minum obat biasa pun tidak membawa perbaikan. Menyerah kalah, dengan tertatih saya pergi ke dokter setelah sekian puluh kali keluar cairan dari atas dan bawah tubuh. Dokter berkata dengan santainya bahwa untuk mengembalikan kondisi tubuh, sebaiknya dibantu dengan cairan infus, itu artinya menginap di rumah sakit. Duh!

Jadilah, namun selain kondisi perut dan isinya yang tidak nyaman, hampir tidak ada yang salah dengan kondisi tubuh lainnya. Kecuali, mungkin sedikit rasa sakit akibat infus. Dua kali obat antibiotik yang dimasukkan melalui selang infus, dua kali harus meringis menahan sakit. Tes alergi yang pedih karena dilakukan di bawah kulit terasa tidak ada apa-apanya. Bahkan di pengobatan antibiotik yang kedua, saya hanya bisa diam menggigit bibir berusaha mengalihkan rasa  pedih.

Lanjutkan membaca “Kala Sakit Menghampiri, Rasa Syukur Kian Menderas”