Mukena yang sering terabaikan


Saya baru saja melepaskan mukena (pakaian untuk shalat) ketika seseorang menyentuh bahu saya untuk bermaksud meminjamnya. Saya tersenyum padanya dan sesegera mungkin melepaskannya kemudian menyerahkannya sehingga ia bisa lebih cepat mendirikan shalat. Saya menyerahkan tempat untuknya dan mundur ke belakang.

Sambil menunggunya selesai, saya memperhatikan keadaan sekeliling. Di atas sajadah-sajadah yang terhampar, cukup banyak yang sedang mendirikan shalat dengan mengenakan mukena berbagai warna dan motif. Kebanyakan putih berhias bordir dan renda, tetapi banyak juga dengan warna-warni. Di pojok ada sejenis loker terbuka tempat menyimpan mukena, tetapi isinya kosong. Mungkin mukena yang disediakan itu sedang dipakai semua.

Karena isi loker yang kosong itulah, pikiran saya terbang kembali ke masa lalu ketika sebuah pembelajaran langsung datang menghampiri dan memukul saya dengan telak.

Lanjutkan membaca “Mukena yang sering terabaikan”