A Golden Anniversary Poster


True love stories never have endings

Sebuah poster hitam putih dengan warna keemasan di sudut menghias sepanjang dinding ruang tengah rumah orangtua saya, Ukuran yang terlalu besar untuk dinding itu justru menjadi pemanis karena mampu menutupi kondisi dinding rumah yang lembab dimakan perjalanan waktu berdekade lamanya.

Poster seukuran dinding itu, dibuat dari sebuah foto pernikahan orang tua saya dan dibuat dalam rangka memperingati ulang tahun pernikahan mereka yang ke 50 tahun, –Golden Wedding Anniversary-, yang jatuh pada minggu pertama bulan Januari 2011. Iya, hampir satu dekade yang lalu, tapi bagi saya rasanya baru kemarin.

Papa sendiri sudah berpulang dua minggu sebelum peringatan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-58, meninggalkan Mama yang masih senantiasa melihat foto pernikahan mereka di dinding rumahnya.

Sebuah poster yang mewakili perjalanan pernikahan mereka yang panjang, yang tak banyak pasangan mampu meraihnya. Di balik poster itu, tersimpan banyak cerita bahagia di samping kisah yang getir, ada kisah rindu dan juga kedekatan hati, ada tawa bahagia juga airmata, sebuah perjalanan panjang dua hati manusia, yang kini telah beda dunia.

IMG_0804
A Poster of Golden Anniversary

– § –

Sebagai seorang pelaut yang bekerja di kapal berbulan-bulan, hubungan cinta Papa Mama lebih banyak LDR-nya daripada ketemuan langsung. Juga sebelum mereka menikah. Jangankan online, -karena belum ada saat itu-, surat pun tak bisa sampai dalam waktu singkat. Bisanya pakai Telegram, itupun singkat-singkat saja. Dan bukan apps telegram itu ya, melainkan telegram asli yang jaman saya sekolah saja sudah amat jarang digunakan. Jika benar-benar penting, menggunakan telepon, itupun hanya bisa di kantor tertentu. 

Nah hubungan cinta Papa Mama sebelum menikah itu sebenarnya tidak mendapat dukungan dari pihak keluarga Papa, tetapi sebagai pria dewasa yang sudah bekerja mandiri sejak kecil, Papa bersikeras untuk menikahi Mama. Dan seperti perempuan muda dimana-mana, pasti berpikir, nikah sih nikah, tapi kapan dan dimana. Iya kan? Lha jadwal Papa berlabuh saja tidak pasti. Bagaimana mau mengurus pernikahan?

Dan dimana? Karena orangtua Mama lebih banyak berada di tengah hutan karena bekerja di perusahaan explorasi minyak, tentu tidak bisa mengandalkan pernikahan berlangsung di tempat orang tua Mama. Lagipula Mama sejak usia 12 tahun sudah hidup terpisah dari orangtua, kost di Bandung dan di Jakarta. Praktis Mama sendirian di Solo.

Akhirnya, dengan segala keterbatasan komunikasi dan segala kehebohan perencanaan dimana-kapan-bagaimana, rencana pernikahan akan dilangsungkan di Solo, atas bantuan tak terduga dari kerabat dari orangtua Mama, yang saat itu mempunyai jabatan yang cukup terpandang. Iya Solo, Jawa Tengah! Di kota itu, baik Papa maupun Mama sama sekali tidak punya teman atau kerabat kecuali kerabat dari orangtua Mama. Luar biasa kan? Satu hal lagi, waktu pernikahan belum pasti, hanya bisa diperkirakan minggu pertama Januari, secepat-cepatnya kapal Papa berlabuh. Duh!

Tetapi rupanya dua hati telah berjodoh dan anugerah Tuhan pun berlimpah atas mereka. Akad dan resepsi pernikahan mereka berlangsung lancar di Solo, sesegera mungkin Papa mencapai Solo dari Surabaya (tempat kapal Papa berlabuh), meskipun tak dihadiri keluarganya sendiri dan hanya dihadiri oleh beberapa keluarga Mama. Menariknya, kebanyakan tamu yang hadir datang dari relasi kerabat orangtua Mama di Solo itu. Ah, apa ya rasanya berterimakasih atas restu dari begitu banyak orang yang datang tapi tak saling kenal di pernikahan kita?

Saat itulah Mama yang mengenakan gaun pengantin gaya Barat dengan rok selutut dan Papa berjas resmi diabadikan dalam sebuah foto pernikahan.

– § –

Foto yang sama direproduksi kembali menjadi sebuah poster berukuran sangat besar, untuk memperingati ulang tahun pernikahan mereka yang ke 50. Golden Anniversary.

Sebulan sebelum acara yang akan berlangsung di minggu pertama Januari 2011, kami bertiga, -anak-anaknya-, sibuk mempersiapkan segala sesuatu. Padahal semua kerja dan semua sibuk, apalagi jelang tutup buku bagi kakak saya dan saya sendiri yang berkecimpung di industri perbankan, juga adik saya yang berkecimpung di dunia akuntansi. Seperti biasa, rencananya kami mengadakan acara itu secara sederhana, hanya dalam lingkungan keluarga dan kawan-kawan Papa Mama yang masih ada saat itu (tapi rasanya jauh lebih ‘mewah’ dari pada peringatan Silver-nya, karena pada saat itu kami semua belum bekerja :D)

Kami mengadakan di rumah kakak saya yang cukup besar sehingga bisa menampung tamu lebih banyak. Sengaja tidak diadakan di gedung karena kondisi Papa di kursi roda akibat stroke sehingga setiap saat Papa Mama bisa beristirahat di kamar.

Kami semua berbagi tugas, persis seperti kesibukan sebuah Wedding Organizer 😀 dengan beban yang lebih berat karena pengantinnya adalah orangtua sendiri. Dan disanalah Poster itu pertama kali dipasang, sebagai backdrop pelaminan dadakan, ditambah balon-balon keemasan dan bunga-bunga. Alhamdulillah semua berjalan lancar meskipun sederhana, dihadiri oleh seluruh keluarga, anak cucu dan para sahabat dari Papa Mama.

IMG_0844
Mom & (Late) Dad on their 50th Anniversary

Lalu di antara keluarga dan sahabat yang memperhatikan poster itu (dan hingga kini), ada yang bertanya,

Oh nikah di Oslo ya? Norwegia? Waah… jauh amat…

Kami tersenyum lebar,

Itu tidak salah, hanya sebuah ide dari kakak saya untuk menyegarkan suasana. Di poster itu memang sengaja tertulis tempat pernikahan di Oslo alias Solo, seperti juga Papa yang aslinya dari Puerto Rico alias Purwokerto 😀 😀 😀

 

– § –

 


Pos ini ditulis sebagai tanggapan atas tantangan mingguan dari Celina, Srei’s Notes, A Rhyme In My Heart dan Cerita Riyanti tahun 2020 minggu ke-18 bertema Wall Decoration agar bisa menulis artikel di blog masing-masing setiap minggu

6 tanggapan untuk “A Golden Anniversary Poster

  1. Mba.. hahaha.. aku juga mau komen, waaah.. nikahnya di Oslo 😄 eh ternyataaa… Jogja geser dikit ya..
    Mba.. aku penasaran, bagaimana beliau berdua ketemu, apalagi papa almarhum kan pelaut.. hihihi..

    Suka

Please... I'm glad to know your thoughts

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.