Yang Dingin, Yang Menggoda


Hubungan saya dengan sesuatu yang dingin yang paling ekstrim itu rasanya terjadi saat masa perkenalan, yang sudah puluhan tahun lalu. Seselesainya acara sore itu, tenggorokan saya rasanya sudah kering sama sekali, alias kehausan! Suara saya semakin serak karena memang sedang sedikit batuk, ditambah ‘pemaksaan’ kakak senior untuk teriak yel-yel yang tak putus-putusnya. Botol Cocacola dingin yang ada di warung begitu menggoda. Tanpa pikir panjang, saya minum dua botol sekaligus! Alhasil keesokan harinya, saya kehilangan suara sama sekali. 

Itulah saya, meskipun bermasalah dengan segala macam makanan atau minuman yang berkonotasi dingin, tetap saja saya tak bisa menolak enaknya makanan atau minuman itu. Apabila ada dua hidangan yang sama-sama saya sukai, namun berbeda penyajiannya (yang satu dingin, yang lainnya hangat), saya biasanya memilih yang dingin. Meskipun yaaa… setelahnya pasti rasa tidak enak di tenggorokan hehehe…

Tetapi bayangkan saja, saya sudah berpanas-panas seharian dengan keringat yang membuat badan terasa lengket, rambut lepek karena keringat, rasa bau terpanggang matahari, lalu saat jeda istirahat mana mungkin minum yang panas? Itulah yang terjadi saat saya jalan-jalan ke Rumah Si Pitung di Jakarta Utara lalu mencoba transportasi umum dan berakhir di kota tua Jakarta. Saat saya kelaparan dan kehausan, saya mampir di sebuah cafe di kawasan kota tua Jakarta. Tentu makanannya biasa saja tapi hidangan penutupnya harus chocolate and rum-raisins ice-cream! Setelahnya, rasanya saya siap melanjutkan langkah kemana saja… Hebat kan pengaruhnya.

Demikian pula ketika saya merasa kegerahan di Singapura. Sejak mendarat di Changi hingga ke hostel selalu berasa nyaman karena ada terbantu AC. Namun setelah menjelajah di kawasan Kampong Glam, saya mulai merasa gerah karena tingginya kelembaban udara saat itu. Mengetahui saya tidak tahan udara yang seperti itu (karena bisa sakit kepala setelahnya), saya bergegas mencari kedai kecil untuk istirahat dan minum. Lagi-lagi yang saya cari adalah minuman yang dingin, kali itu adalah Juice Mango yang ada buahnya di atas minumannya. Rasanya luar biasa dan bisa menetralkan kondisi badan.

Bisa jadi sudah dari jiwanya, saya suka segala macam jenis es-krim meskipun fisik tidak selalu mendukung. Karena saya ingat sejak kecil, saya sering diajak pergi makan es-krim jadul (seperti yang ada di Ragusa Jl. Veteran, Jakarta  atau di Zangradi di Surabaya). Ketika ke Semarang beberapa waktu lalu, saya menyempatkan diri pergi ke Toko Oen, dan menikmati es-krimnya. Tapi untung saja, setelahnya saya tidak apa-apa. Atau mungkin saya lupa kalau batuk lagi setelahnya. Tapi tentu saja, saya tidak pernah kapok untuk jalan-jalan sambil menikmati es-krim.

Di kota Bandung, ada sebuah tempat yang menjadi favorit saya untuk minum jus alpukat (dan yamiennya juga sih). Namanya Rumah Makan Linggarjati, di dekat alun-alun. Kadang kala, jika sedang ‘gila’, saya mengajak suami ke Bandung hanya untuk makan yamien dan minum jus alpukat. Rasanya tetap, tidak berubah sejak puluhan tahun dan bahkan bentuk dan besar restorannya tetap saja seperti puluhan tahun lalu. Meskipun demikian, tetap saja nomor satu alpukatnya. Kerennya, minum jus alpukat itu, tidak membuat saya sakit di tenggorokan. Tetapi mungkin berdampak di dompet, karena relatif mahal hehehe…

alpukat bdg
Avocado Juice – Bandung

Lalu sebuah peristiwa terjadi…

Saat itu saya baru pulang dari Kamboja dan esok harinya di kantor, di seluruh permukaan kulit tangan saya berbintik-bintik seperti biduran. Sebelumnya tak pernah seperti itu. Dan dokter memberi obat sambil merujuk ke dokter alergi. Lalu dokter yang belakangan ini, memberi hasil tesnya, ada belasan unsur alergen yang harus saya hindari, diantaranya kacang-kacangan, debu, coklat, makanan atau minuman dingin. Rasanya saya mau nangis bombay…

Jadi saya belajar, menahan diri, yang amat berat godaannya, untuk mulai menyukai makanan dan minuman hangat… Aduh kuat gak ya?

Mungkin harus beralih ke kue atau kopi ya…

hot dessert
Hot Dessert

 


Pos ini ditulis sebagai tanggapan atas tantangan mingguan dari Celina, Srei’s Notes, A Rhyme In My Heart dan Cerita Riyanti sebagai pengganti Weekly Photo Challenge-nys WordPress, yang untuk tahun 2020 minggu ke-14 ini bertema Dessert agar blogger terpacu untuk menulis artikel di blog masing-masing setiap minggu. Jika ada sahabat pembaca mau ikut tantangan ini, kami berdua akan senang sekali…

8 tanggapan untuk “Yang Dingin, Yang Menggoda

    1. Di balongede no 1. Jd kalo dr asia afrika, sebelum alun2 belok kiri (masuk jalan alun2 timur) trus lurus aja. Sebelah bioskop Dian (eh, pas kn lahir buoskop ini masih ada gak ya?? 😁😁)

      Suka

  1. Lihat foto-fotonya langsung terbayang suegernya, Mbak
    Haduh itu nekad amat Mbak sampe minum 2 botol cocacola dingin, sampe kehilangan suara gitu ya besoknya.
    Di Sukabumi ada langganan saya sejak SMP di Gg Nugraha. Es campur semacam es teler begitu Mbak. Sampai sekarang masih ada. Besok-besok kalau sempat saya mampir kesana & saya foto deh.

    Salam,

    Disukai oleh 1 orang

    1. Jaman itu emang nekad abis deh saya hahaha.. kayaknya nekadnya sampai pas hamil deh.. masa lagi hamil gitu ya sukanya cocacola pake susu hahaha… untungnya anaknya baek-baek aja.. 😂😂😂
      Waduh kapan2 posting ya es campur favorit itu. Duh kali covidnya dah selese mau deh jalan2 ke sukabumi ntar Kang Asa anterin ya hihihi…

      Disukai oleh 1 orang

Please... I'm glad to know your thoughts

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.