Momen Bertemu Kepala Negara


Hingga usia yang sudah boros ini, bisa dibilang saya memiliki kesempatan bisa bertemu dengan beberapa Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan. Tentunya bukan pertemuan resmi, karena siapalah saya ini. Tentunya hanya sebuah kebetulan, karena waktunya bersamaan, di satu tempat yang sama. Tapi, benarkah kebetulan? Karena sesungguhnya tidak pernah ada kebetulan kan? There is no coincidence, everything happens for a reason… 🙂

3 Juli 2011.

Saya bertemu pertama kali dengan Raja Kamboja, His Majesty Norodom Sihamoni, dalam kesempatan peresmian Candi Baphuon setelah proses restorasi yang sangat lama.

IMG_4408e1
The King of Cambodia and The Prime Minister of France

Oleh karena proses restorasi itu Kamboja mendapat banyak bantuan dan dukungan dari Perancis, maka pada kesempatan yang sama itu, hadir pula Perdana Menteri Perancis, Mr. Francois Fillon yang bersama-sama Raja Kamboja menggunting pinta peresmian Candi Baphuon. Saat itu, saya sedang mengunjungi kompleks Angkor Thom dan akhirnya bisa berada di antara tamu resmi, penduduk asli dan pengunjung Candi Baphuon.

IMG_4499
Seconds after the moment

Bahkan saya mendapat kesempatan bisa berdiri di barisan terdepan dan langsung melihat Sang Raja yang membuka jendela mobilnya dengan jarak tak kurang dari 1.5 meter. Mungkin saya terlalu egois membiarkan mata saya sendiri yang menikmatinya dan baru mengabadikannya melalui kamera setelah Sang Raja melewati saya. Tetapi yang jelas rasa syukur saya, bisa bertemu dengan dua orang pemimpin negara dalam satu kesempatan itu, rasanya tak habis-habis.

30 Oktober 2011

Saya kembali ke Kamboja. Kali ini membaur bersama rakyat Kamboja di Phnom Penh dalam rangka peringatan ulang tahun Bapak Raja Norodom Sihanouk (saat itu adalah penampilan terakhirnya di muka publik sebelum mangkat setahun setelahnya pada tanggal 15 Oktober 2012).

 

IMG_0260
The King, King Father, The Queen

Dalam kesempatan pagi itu, saya dapat melihat langsung (meskipun dari jauh karena protokoler) Raja Kamboja Norodom Sihamoni, Bapak Raja Norodom Sihanouk dan Ratu Monineath serta Perdana Menteri Hun Sen dan hampir seluruh bangsawan dan petinggi pemerintahan Kamboja berada di panggung. Kesempatan pertama kali dapat melihat para bangsawan dan petinggi pemerintahan itu bagi saya sangat luar biasa, karena tidak semua rakyat Kamboja bisa mendapatkan kesempatan itu, apalagi orang asing seperti saya. Apalagi, ketika mengetahui bahwa saat itulah penampilan publik terakhir bagi Bapak Raja Norodom Sihanouk, yang dulu sangat dekat dengan Proklamator Indonesia, Bung Karno.

4 November 2017

Saya bertemu pertama kali dengan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, yang menggantikan Raja Thailand sebelumnya, Raja Bhumibol Adulyadej yang mangkat pada tahun 2016.

Kesempatan ini saya dapatkan ketika saya pergi ke Bangkok, dalam rangka melihat keindahan tempat kremasi Raja Bhumibol Adulyadej yang telah mangkat. Sore itu, saya dihentikan di trotoar sehingga tidak bisa masuk ke kawasan kremasi karena Raja Maha Vajiralongkorn masih berada di dalam. Bersama masyarakat lokal, saya ikut bersimpuh di trotoar jalan menunggu Sang Raja meninggalkan kawasan kremasi. Sayang, saya tidak punya fotonya karena protokoler di Thailand lebih keras daripada di Kamboja. Semua harus duduk di trotoar dan tidak boleh ada kamera mengarah pada Raja.

20 April 2019.

Sebagai warga negara Indonesia, seumur-umur saya belum pernah melihat Presiden secara langsung. Rasanya, selain tidak ada kepentingan, tentunya protokoler istana sangat membatasi. Tetapi sejak era Presiden Joko Widodo, yang dikenal sangat merakyat dan senang ‘blusukan’, sepertinya kesempatan untuk bertemu Presiden menjadi besar.

 

jokowi1

Kesempatan itu sampai juga, tanpa sengaja dan tanpa diniatkan. Saat itu kami sedang berjalan-jalan di Grand Indonesia dan mendadak di lantai di bawah kami terjadi keriuhan. Saya bertanya kepada pramusaji yang berada di dekat kami dan dia mengatakan bahwa RI-1 sedang berkunjung. Dan langsung saja saya sebisa-bisanya mendekat.

Saya melihatnya langsung, di antara ratusan orang yang begitu dekat kepadanya, meminta kesempatan berswafoto, di antara keriuhan namanya yang dielu-elukan. Situasi politik hari-hari belakangan setelah Pemilihan Umum 2019 memang saling bertolak belakang sehingga mungkin kehadiran Presiden di tengah rakyat membuat suasana yang berbeda, yang membuat nyaman dan aman serta adanya kepastian bagi sebagian orang.

*

Bagi saya, momen pertama kali melihat Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan secara langsung, selalu memiliki sebuah kesan tersendiri. Jabatan mereka masing-masing melekat padanya dan tak bisa dilepaskan, tetapi ia tetap sebagai manusia biasa, yang tentunya ingin bersosialisasi dengan manusia lainnya, menganggap manusia lain penting dalam mengisi kehidupan pribadinya.

Sebagai pemimpin sebuah negara, baik dipilih rakyat atau karena garis darahnya, tentunya ia berharap bisa memberikan yang terbaik kepada rakyatnya, meskipun diantaranya pasti ada yang tidak suka atau juga mungkin karena batasan yang terbentuk karena jabatannya. Jika berpikir dari sisinya, meskipun batasan itu dihilangkan, bukankah kita tidak bisa memaksa orang lain selalu suka pada kita, kan? Tetapi apakah karena itu ia harus bertindak tidak adil? Sungguh tidak mudah untuk menjadi seperti mereka dengan tanggung jawab yang luar biasa besar terhadap kehidupan rakyat dengan begitu banyak keragaman.

Terlepas dari itu, selepas bertemu dengan Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan, rasanya tak habis rasa ungkapan syukur saya kepada Yang Maha Kuasa. Mungkin tidak banyak orang yang bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu lalu berpikir itu. Jika sekali adalah sebuah keberuntungan, lalu apa artinya bila bisa mengalaminya berkali-kali. Saya memang tidak hanya beruntung, I’m blessed…


Pos ini ditulis sebagai tanggapan atas challenge yang kami, Celina, A Rhyme in My Heart dan saya, ciptakan sebagai pengganti Weekly Photo Challenge dari WordPress, yang untuk tahun 2019 minggu ke-13 ini bertemakan First Time agar kami berdua terpacu untuk menulis artikel di blog masing-masing setiap minggu. Jika ada sahabat pembaca mau ikutan tantangan ini, kami berdua akan senang sekali…

5 tanggapan untuk “Momen Bertemu Kepala Negara

  1. Wah… pengalaman yang tak terlupakan, bisa bertemu dengan orang-orang besar. Banyak yang bisa diteladani dari mereka, ya. Ternyata Mbak ada di GI saat Pak Jokowi makan nasi padang ya, hehe… itu viral banget kan di media sosial, sampai masuk berita juga (kegiatan pemimpin negara memang selalu masuk media ya…).

    Disukai oleh 1 orang

    1. Benar Gara, meskipun saya sama sekali tidak mengetahui rencananya lhoo.. hehehe.. pas main kesana saja sih… Seru dan hebohnya sangat terasa, meskipun beliau sudah beranjak pergi dari tempat saya mengambil foto, tetapi ketika ada kegaduhan di sebuah lantai, kita semua tahu pasti beliau ada disana hahaha…

      Suka

Tinggalkan Balasan ke ceritariyanti Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.