Spring, A New Beginning


Spring is a time to find out where we are, who we are and move toward where we are going to.

DSC07104
Colorful flowers in spring time

Memaksakan menggenggam sesuatu yang seharusnya dilepas, akan membuat diri kita menderita. Karena Semesta menginginkan kita memiliki hal lain, yang mungkin hanya bisa didapat jika kita melangkah ke depan, berpindah tempat dari posisi sekarang. Kita akan menjadi terbarukan yang lebih baik daripada sekarang.

Dan apa yang kita genggam itu, bisa jadi Semesta juga akan membarukannya, menjadikannya lebih baik. Jika memang demikian, kita telah berbuat jahat jika kita menggenggamnya terus. Lagi pula, bagaimana kita bisa menggengam yang baru jika kita masih menggenggam yang lama?

Dan pastilah kita akan menderita jika memaksakan diri menggenggam sesuatu yang seharusnya dilepas. Karena semuanya yang berada dalam genggaman merupakan pinjaman, yang sepenuhnya bukan milik kita, yang suatu saat harus dikembalikan kepada Pemiliknya. Lalu apa sebutannya bila kita memaksa diri untuk memiliki yang bukan lagi dipinjamkan untuk kita?

Musim semi, atau yang sering kita kenal dengan spring, adalah waktu yang tepat semua awalan baru, meskipun kita berada di tempat yang tidak mengenal musim semi. Mulai melangkah menuju yang yang lebih baik merupakan sebuah kesadaran, mulai melepas sesuatu yang berada dalam genggaman agar semuanya menjadi lebih baik, merupakan sebuah kesadaran.

Melepas dan melakukan langkah pertama itu tidak mudah, tidak semudah berbicara. Namun bila kita terus berpikir bahwa semua ini untuk kebaikan semua pihak, yang berasal dariNya, kita akan dibantu olehNya. Bukankah, kupu-kupu indah berasal dari ulat yang berdiam lama dalam kepompong lalu mengalami kesulitan ketika keluar dari kepompong itu?

Dan perjalanan singkat akhir pekan kemarin di musim semi, -yang tidak dikenal di Indonesia-, bagi saya merupakan sebuah perjalanan melepas, sebuah awalan baru, sebuah langkah baru.

Ke arah yang lebih baik.

Singapore, 24 Maret 2019.

Every new beginning comes from some other beginning’s end. (Seneca)

 

 


Pos ini ditulis sebagai tanggapan atas challenge yang kami, Celina, A Rhyme in My Heart dan saya, ciptakan sebagai pengganti Weekly Photo Challenge dari WordPress, yang untuk tahun 2019 minggu ke-11 ini bertemakan Spring agar kami berdua terpacu untuk menulis artikel di blog masing-masing setiap minggu. Jika ada sahabat pembaca mau ikutan tantangan ini, kami berdua akan senang sekali…

11 tanggapan untuk “Spring, A New Beginning

  1. Kadang kita terlalu susah melepaskan dan menderita ketika kehilangan karena terlalu merasa memiliki nggak, sih. Hehe. Kita merasa kehilangan orang terkasih karena terlalu merasa memilikinya, kehilangan uang sampai stres karena terlalu merasa memiliki uang itu, post power syndrome karena merasa memiliki jabatan dan kekuasaan, dll, dsb. Pelan-pelan mungkin harus bisa melepas apa hal-hal yang berlebih dalam hidup dan menjalaninya dengan apa yang betul-betul kita butuhkan saja. Tapi supaya sadar bahwa semua yang ada di dunia ini bukan milik kita, cuma titipan yang tidak tahan lama. Hehe.

    Disukai oleh 1 orang

Please... I'm glad to know your thoughts

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.