Taman Hati Nirmala, Mungkinkah?


dsc02444
White Flower

Di Garden By The Bay Singapore, saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam di tempat itu, terutama di Flower Dome, hanya untuk menikmati semua bunga yang ada. Dua kali saya kesana, dua kali keluarga seperjalanan menunggu dengan ‘sedikit’ tidak sabar atas kegemaran saya menikmati bunga karena hampir setiap jenis bunga saya foto. Dua kali kesana, dua kali mengalami matahari masih bersinar saat masuk dan sudah gelap saat saya meninggalkan Flower Dome

Walaupun saya tidak tahu namanya, saya sungguh menikmatinya. Seperti bunga-bunga yang berwarna putih ini. Ditampilkan dalam kelompok anggrek, saya dibuat cukup terpukau dengan kondisi helai bunga yang sangat bersih. Entah kenapa, di benak saya terbersit sebuah pertanyaan, apakah hati manusia mampu seputih dan sebersih helai bunga ini. Bisa dikatakan, helai bunga itu bersih, tanpa noda, tanpa cela. Nirmala!

Manusia, selama hidup, pastilah mengalami dinamika kehidupan termasuk menumbuhkan rumput-rumput negatif diantara bunga-bunga indah dalam taman hatinya, sehingga menurut saya, sangat sulit memelihara taman hati menjadi nirmala, walaupun semua orang menginginkannya.

Seperti yang sering terjadi dalam travelling, kita (baca; saya) selalu dipertemukan dengan ujian-ujian yang kategorinya memelihara taman hati. Saat melihat petugas bandara yang tidak profesional dalam melayani, mereka malah ngobrol dengan teman-temannya di kala mereka seharusnya bekerja, kadang membuat pikiran ini tidak lurus. Atau melihat pramugari dengan pakaian kerjanya yang terlalu ketat sehingga membentuk bagian tubuhnya yang tidak ideal, menimbulkan opini yang tidak seharusnya di benak saya. Apalagi jika mereka bekerja dengan muka masam!

Belum lagi dengan sesama penumpang, terutama Indonesia, yang menurut saya paling parah dalam hal mengambil jatah ruang bagasi kabin. Tak peduli bagasi kabin orang lain yang membutuhkan juga, mereka ambil asal bawaannya yang segambreng bisa masuk kabin! Apalagi jika bepergian dalam rombongan besar, hampir bisa dipastikan mereka saling mendukung saat bicara dengan volume tinggi. Pernah suatu ketika di Kuala Lumpur saat antri hendak boarding pesawat ke Jakarta, mereka yang tidak sabar, mengkritik petugas maskapai yang bicara menggunakan bahasa Inggris. Mereka bicara dengan keras dalam Bahasa Indonesia, berteriak, dari bagian belakang hingga terdengar oleh saya yang ada di depan. Hanya karena mereka tidak paham bahasa Inggeris, mereka berteriak agar petugas menggunakan Bahasa Indonesia! Di Kualalumpur! 😀 Ini ujian hati kan?

Belum lagi, dengan destinasi tujuan. Jika harapan terlalu tinggi, dan dikecewakan karena obyek wisatanya tidak sesuai harapan, situasi hati bisa berubah. Kadang budaya orang lokal yang tidak sesuai dengan budaya kita, membuat kejutan yang bisa mengubah rasa. Buat saya, menata harapan sebelum berangkat itu harus selalu dipegang agar bisa menata hati supaya bersih.

Apalagi mengalami peristiwa buruk di tempat tujuan. Saya pernah mengalami kehilangan dompet di Hong Kong dan baru sadar di Macau saat hendak check-in hotel (baca cerita disini), atau perlakuan tidak ramah sopir taksi di Gyeongju atau tipu-tipu menyebalkan dari tour arranger di Nepal. Peristiwa-peristiwa itu pasti menumbuhkan bibit negatif di benak saya saat terjadi, namun Alhamdulillah selama ini bisa dinetralkan dengan baik. Buat saya, selalu berdoa dan berserahdiri padaNya pada setiap situasi, menyelamatkan saya dari pikiran-pikiran negatif. Juga rasa syukur kepadaNya bisa mencapai destinasi yang diimpikan merupakan penyeimbang kejutan-kejutan yang muncul. Memperpanjang sabar dan meningkatkan empati memang perlu dilakukan agar tetap ‘waras’ selama travelling.

Pada akhirnya menyempatkan diri selalu berpikir positif selalu membaikkan. Bibit pikiran positif akan menghasilkan bunga-bunga indah dalam taman pikiran dan hati. Kita semua berharap punya taman pikiran menjadi nirmala yang bersih dari penyakit, tak bercela, kan?

dsc02726

*****

Pos ini sebagai tanggapan atas challenge yang kami, Celina dan saya, ciptakan sebagai pengganti Weekly Photo Challenge dari WordPress, yang untuk tahun 2019 minggu ke-2 ini bertemakan Nirmala, agar kami berdua terpacu untuk memposting artikel di blog masing-masing setiap minggu. Jika ada sahabat pembaca mau ikutan tantangan ini, kami berdua akan senang sekali…

3 tanggapan untuk “Taman Hati Nirmala, Mungkinkah?

    1. Lhaa…? padahal aku nulis untuk refleksi diri sendiri sih Na.
      Proses nulis ini lucu juga, tadinya mau nulis soal rasa aku sebulan terakhir tapi malu juga, kayak cari perhatian😂, trus maunya nulis yang agak lucu tapi gak jadi-jadi malah garing… yawdah, aku biarin ngalir aja yang keluar ini hahaha….

      Suka

Please... I'm glad to know your thoughts

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.