Berjumpa Kera Bijak di Nikko


3 Wise Monkeys - Poem

3 Wise Monkeys – Poem

Di depan kandang kuda di kompleks Kuil Toshogu di Nikko itu berjumpalah saya dengan ketiga kera bijak yang mengingatkan kembali tentang nilai-nilai universal kehidupan. Rasa syukur terucap dari dalam diri, perjalanan ini tak hanya mampu memberikan keindahan tempatnya, namun juga menyediakan begitu banyak makna untuk meniti hidup.

Ketiga kera bijak yang telah berdiam berabad lamanya itu tidak hanya sendirian, masih ada panel-panel lain yang semuanya merupakan sebuah kesatuan kebijaksanaan menjalani hidup sejak kecil hingga dewasa dan memiliki keturunan. Dan saya membiarkan diri ini hanyut dalam penasehatan delapan panel ukiran yang filosofis itu.

*

Baby monkey grows in a family, with love and care of the parents, and preparing for the future of her child.

Baby monkey grows in a family, with love and care of the parents, and preparing for the future of her child.

Panel #1. menggambarkan dengan seekor induk kera bersama anaknya duduk di antara pepohonan hijau. Sang Induk kera dengan penuh cinta memeluk anaknya dengan satu tangan sementara tangan lainnya berada di atas matanya melihat jauh ke arah depan.

Panel ini mengisahkan kewajiban orangtua untuk membesarkan anak keturunannya dengan penuh kasih sayang, mempersiapkan kehidupan sang anak yang akan menjalani kehidupannya sendiri di masa mendatang. Kehidupan masa depan yang tidak lagi menjadi milik orangtua melainkan sang anak.

*

Sanzaru - Three Wise Monkeys

Sanzaru – Three Wise Monkeys

Panel #2. Diwakilkan oleh ketiga kera bijak yang paling terkenal gaungnya hingga ke seluruh dunia. Nasehat utama yang diperlukan bagi sang anak untuk menjalankan hidupnya sendiri See no evil, Hear no evil, Speak no evil – dengan benih kebaikan anak akan mengembangkan pemahaman dan pemikiran yang baik. Dengan tidak mengizinkan diri untuk melihat sesuatu yang bertentangan dengan kebaikan dan kepantasan, dengan tidak mengizinkan diri untuk mendengar sesuatu yang bertentangan dengan kebaikan dan kepantasan dan dengan tidak mengizinkan diri untuk berbicara yang bertentangan dengan kebaikan dan kepantasan.

Tampaknya apa yang terukir di panel merupakan kebijaksanaan kuno yang telah ada sejak jaman dahulu kala yang mengajarkan kebenaran untuk kehidupan manusia di masa dulu, kini dan masa depan. Kebijaksanaan ini sangat sederhana, berawal dari pemikiran baik, berkata-kata baik, akan menghasilkan perbuatan baik sehingga menjadikan kehidupan berjalan baik.  

*

When you're alone, be smart & careful. Search for the way to follow

When you’re alone, be smart & careful. Search for the way to follow

Panel #3. Menggambarkan seekor kera yang duduk sendiri diantara pepohonan yang terlihat lebih dominan dan menekan.

Dalam perjalanan hidup seringkali hanya sendirian menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang terlihat menekan dan membingungkan. Dalam keadaan seperti itu perlulah memperhatikan keadaan sekitarnya dengan cermat dan hati-hati serta penuh kesadaran kemudian carilah arah yang sesuai dengan tujuan kehidupan.

*

The higher one seeks the more he wants. Know when to stop wanting beyond the needs.

The higher one seeks the more he wants. Know when to stop wanting beyond the needs.

Panel #4. Menggambarkan dua ekor kera, yang satu tampak senang bergayut memeluk cabang pohon sementara yang lainnya duduk mendongak ke atas.

Petuah bijak pada panel ini menasehatkan bahwa semakin tinggi seseorang yang terus mencari, maka semakin banyak pula yang dia inginkan. Kenali saat untuk berhenti menginginkan sesuatu yang melampaui apa yang sesungguhnya ia butuhkan. Atau sederhananya, berhentilah saat cukup.

*

Be kind and considerate to those less fortunate then you are

Be kind and considerate to those less fortunate then you are

Panel #5. Menggambarkan dua ekor kera yang sedang bersedih sementara seekor kera lainnya duduk diam seakan merasakan kesedihan kedua kera tadi.

Petuah bijak didalamnya mengajak untuk bersikap baik kepada siapapun dan apapun. Sudah sewajarnya untuk senantiasa bersyukur dengan apa yang telah dimiliki. Berhati peka untuk memikirkan dan mempertimbangkan mereka yang kurang beruntung.

*

Marriage - Understanding - Next Generation

Marriage – Understanding – Next Generation

Panel #6. Dua ekor kera tampak memperhatikan dan memegang ukiran gelombang.

Adanya sahabat hati atau pasangan yang menjadi tempat berbagi dapat membantu menjalani dan menikmati hidup bersama-sama walaupun harus diingat hidup itu tidak selamanya manis seperti madu.

*

Panel #7. Dua ekor kera yang satu bergayut pada pepohonan menunjukkan punggung, sementara yang lain duduk bersila dengan wajah tak suka

Dalam kehidupan keseharian suami isteri yang bahagia biasa diwarnai pula dengan perselisihan yang tak menyenangkan, menunjukkan dinamika hidup yang turun naik bagaikan gelombang, namun tetap dapat dilalui dengan damai apabila pasangan suami isteri dapat saling mengerti, saling memahami, bekerjasama satu sama lain dengan baik.

*

Panel #8. Menampilkan induk kera berperut besar yang sedang mengandung bayinya, berjalan sambil melihat ke depan.

Kedatangan generasi baru membuktikan cinta kasih Tuhan untuk alam semesta, mengembangkan cinta kasih yang ada di dalam keluarga dan kasih sayang anak kepada orangtua dan keluarganya. Dalam waktu tak lama, bayi kera akan disambut dengan kegembiraan dan dibesarkan dalam keluarga kera yang penuh cinta kasih…

Dan perputaran itu berulang kembali…

***

Iklan

10 pemikiran pada “Berjumpa Kera Bijak di Nikko

Please... I'm glad to know your thoughts

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s