Tempat Wisata Gratis di Kawasan Stasiun Tokyo dan Asakusa


Tokyo memang magnet kuat buat wisatawan karena sepertinya masyarakat Jepang tahu persis bagaimana memanjakan para wisatawan yang datang ke negerinya itu. Dengan penataan yang menawan hati dan nyaman untuk dikunjungi serta diberikan informasi yang jelas, wisatawan mana yang tidak tertarik untuk berkunjung ke Jepang, lagi dan lagi…

Dan meskipun Tokyo termasuk kota termahal di dunia, sesungguhnya tidak sedikit tempat wisata tersebar seantero Tokyo yang dapat dikunjungi tanpa biaya masuk alias gratis, tis, tis… Sepanjang kaki masih kuat menapaki tangga dari stasiun kereta atau subway yang menjadi transportasi publik yang dapat diandalkan di Jepang, kita bisa mendatangi tempat-tempat wisata yang terkenal. Apalagi jika kita memiliki kartu pass Tokyo, yang bisa mengakses subway, metro atau kereta loop-line Yamamote.

Karena banyaknya tempat wisata yang masuk dalam kategori ini di Tokyo, saya menuliskannya dalam dua tulisan. Bagian pertama mencakup kawasan Tokyo Station dan Asakusa lalu dilanjutkan pada bagian kedua yang mencakup kawasan Shinjuku dan Shibuya. Tentu saja masih banyak tempat terkenal dan gratis yang belum dimasukkan disini, supaya nanti bisa jadi tulisan yang lain kan…

Tokyo Station

Selesai dibangun pada tahun 1914, bangunan bergaya Renaissance dengan batu bata merah ini awalnya direstorasi menjadi gedung stasiun kereta dua lantai saja setelah perang, tetapi pada tahun 2012 akhirnya pemerintah Jepang merekonstruksinya kembali sesuai bangunan awal.

Selain memang aslinya menjadi pusat stasiun kereta, bangunan ini juga menyediakan fasilitas belanja dan makan. Untuk sekedar tahu saja Stasiun Tokyo ini sangat luas karena memiliki interchange dengan jalur kereta lainnya yang terbanyak di Tokyo, jadi perhatikan arahnya dengan cermat, jangan sampai tersesat! (berbagi pengalaman pribadi karena lupa letak locker sehingga harus berputar-putar lama di Stasiun ini 😀 )

Saya menyempatkan diri untuk menikmati façade dari Tokyo Station, karena biasanya saya dan pengunjung lainnya hanya bertukar kereta di dalam stasiun dan tidak keluar untuk menikmati gedung-gedung di luarnya. Tetapi sempatkan untuk menikmati kubah yang indah di dalam Tokyo Station , di dekat pintu keluar ke arah jalan raya.

Akses: Exit Marunouchi Tokyo Station

*

Tokyo International Forum

Dari nama, bentuk dan lokasinya, kelihatannya tempat ini sangat business-like padahal tidak selalu demikian. Tokyo International Forum merupakan kawasan untuk konser musik, pameran dan event internasional lainnya. Yang menarik tempat ini adalah dinding luarnya terbuat dari bahan kaca tembus pandang dan pengunjung dapat menikmatinya hingga ke lantai-lantai atas tanpa biaya, termasuk berjalan-jalan di jembatan-jembatan penghubungnya asalkan tidak takut ketinggian. Sungguh, saya jealous dengan kemerdekaan dan kenyamanan disini untuk menikmati gedung-gedung cantik tanpa bayar dan tanpa tatapan mata penuh curiga. Kapan ya di Indonesia bisa seperti ini?

Pada halaman depan gedung ini, pengunjung pada malam hari bisa berjalan diatas lantai yang diterangi lampu dari bawah sehingga menciptakan silhouette yang cantik. Berada di tempat ini seakan-akan mengajak imajinasi berlompatan dengan liar tanpa batas yang sangat menggembirakan.

Buka setiap hari, pk. 07:00-23:00

Akses: Yurakucho St. dengan JR Yamamote atau Subway (Y18). Atau jalan kaki saja dari Tokyo Station, nyaman kok sambil menikmati pemandangan kota.

*

Ginza

Dari Tokyo International Forum kita dapat berjalan kaki menuju kawasan Ginza walaupun lebih enak 🙂 kalau naik subway dan langsung muncul di kawasan Ginza. Disini tempatnya untuk window-shopping merk dunia yang terkenal (dan tentu saja boleh membeli bila memang ada dananya) seperti Channel, Gucci, Cartier dan lain-lain yang bersanding pula dengan Uniqlo, Zara dan merk-merk terkini lainnya. Harganya jangan tanya ya… tak jauh melangkah pasti terlihat Gedung De Beers yang berlekuk tampil dengan sangat unik, mungkin memang sesuai tujuannya, bukankah hampir semua orang (baca: perempuan) tertarik untuk memperhatikan berlian?

Akses: Stop di Stasiun Ginza – (G09, H08, M16 bila menggunakan jalur Subway)

*

Imperial Palace dan Jembatan Nijubashi

Sebagai Edo Castle yang dulunya merupakan kediaman keluarga dinasti Tokugawa, kini lebih terkenal dengan nama Imperial Palace dan dijadikan sebagai kediaman resmi Kaisar Jepang, yang memindahkan istananya dari Kyoto ke Tokyo setelah Restorasi Meiji. Hanya di bagian timur dari Istana ini yang dibuka untuk publik dan dikenal Taman Timur (East Park) lengkap dengan jembatan di depannya yang sangat terkenal dengan nama Nijubashi.

Walaupun tak masuk ke dalam kawasan istana, berjalan kaki di sepanjang trotoar di pinggir kanal lebar yang tertata apik dan mengelilingi istana ini, cukup menyenangkan. Mungkin karena bersih dan memanjakan mata, saya jadi menyukai kawasan ini meskipun kaki rasanya sudah tak sangggup untuk melangkah…

Akses: Nijubashimae Subway Stasiun (C10) atau Hibiya Subway St. (I08), (C09), (H07), Buka setiap hari.

*

Tokyo Stock Exchange

Jepang merupakan negara yang ekonominya selalu mendapat sorotan di dunia, salah satunya pergerakan bursa sahamnya. Nah, ketika ke Jepang, saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke kawasan pusat finansial ini, hitung-hitung mengingat rekan-rekan yang sedang bekerja keras di kantor saat saya sedang menikmati liburan 😀 Menyenangkan juga memiliki foto luar dari gedung Tokyo Stock Exchange. Apalagi berjalan kaki di kawasan ini bisa berkesempatan melihat nama-nama besar perusahaan sekuritas dunia yang menempati gedung di sekitar Tokyo Stock Exchange, atau siapa tahu bisa bertemu dengan investor galau yang sedang rugi besar atau bahkan yang sedang tertawa-tawa karena untung berlipat?

Akses: St. Kayabacho (H12 Hibiya line atau T11 Tozai line Subway)

Akihabara

Jalan-jalan di kawasan ini hanya untuk merasakan nuansa lost-in-translation saja karena banyaknya neon-sign dalam bentuk tulisan kanji Jepang. Namun perlu hati-hati juga jika Anda membawa anggota keluarga yang masih kecil, karena diantara yang tertulis itu sering terselip iklan sensasional dari perempuan-perempuan yang berpakaian seadanya. Tidak perlu lama-lama disini, luangkan waktu secukupnya saja untuk merasakan nuansa tulisan kanji yang menghiasi gedung-gedung, kecuali memang Anda mau membeli barang-barang elektronik disini ya.

Akses: Stop Akihabara St dengan JR Yamamote line atau di H15 bila menggunakan Hibiya line Subway.

*

Sensoji Temple

Terletak di kawasan Asakusa yang lebih bersahabat, kuil Sensoji merupakan salah satu kuil tertua di Tokyo yang katanya dibangun pada tahun 628. Terkenal dengan gerbangnya yang dikenal dengan nama Kaminarimon yang ditengahnya tergantung lentera raksasa berwarna merah.

Kuil ini biasanya dipenuhi oleh penduduk Tokyo yang berharap berkah sebelum berangkat bekerja, selain menjadi tempat favorit turis. Sayangnya per awal Juli 2016 kemarin, Pagoda 5 tingkat sedang direnovasi sehingga bagian luarnya ditutup, padahal Pagoda itu salah satu bangunan menarik di kawasan Asakusa. Selain itu, jika tak sempat berkunjung ke Sky Tree, bisa saja mengabadikan pemandangan SkyTree dari Sensoji. Namun agar lebih nyaman menikmati kunjungan ke Sensoji, sebaiknya datang pagi-pagi atau pada malam hari saat pengunjung tidak terlalu banyak. Pasti tidak menyesal karena pemandangan Sensoji di waktu malam sangat impresif. Apalagi jika Ada menginap di sekitar Sensoji.

Selain berkunjung ke Sensoji, jika punya uang berlebih, bisa berbelanja berbagai cinderamata atau pernak-pernik di Nakamise Shopping Street yang berlokasi di sepanjang 200meter dari arah Kaminarimon (gerbang pertama) sampai ke gerbang Hozomon (gerbang kedua) di depan kuil Sensoji.

Akses: Stop di Asakusa St. Buka setiap hari dari pk. 06.00 – 17:00, kecuali bulan Oktober hingga Maret dibuka pk. 06.30.

*

Kawasan Skytree

Meskipun bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 1 km dari Asakusa sambil menikmati sungai Sumida dan pemandangan sekitarnya, kita bisa mencapai SkyTree dengan naik Tobu Skytree Line dari Asakusa St. dan berhenti di Tokyo SkyTree Town yang merupakan kawasan wisata dengan tower Tokyo Skytree, mall, akuarium, planetarium, perkantoran dan lainnya. Tanpa harus naik ke atas yang berbayar, jalan-jalan di sekitar kawasan ini sudah cukup menggembirakan.

Jika ingin melihat daerah Tokyo dengan lebih jelas, bisa naik ke lantai pengamatan di ketinggian 350m dan 450m yang dibuka pk. 08:00 – 22:00. Jika udara cerah dan Anda sedang beruntung, dapat melihat keindahan Gunung Fuji dari tempat ini, tetapi untuk ini harus bayar ya…

*

Nah… kaki masih kuat berjalan? Masih banyak lho tempat-tempat yang bisa kita datangi hanya bermodal tiket kereta saja, seperti taman Ueno, jalan-jalan cantik di sepanjang pinggir sungai atau boulevard yang penuh pemandangan indah, museum, berbagai kuil lainnya dan masih banyak lainnya lagi. Jadi pasti asyiklah…

Jangan lupa baca lanjutannya untuk mengunjungi tempat-tempat wisata gratis di daerah Shinjuku dan Shibuya…

Iklan

10 pemikiran pada “Tempat Wisata Gratis di Kawasan Stasiun Tokyo dan Asakusa

    • Hahaha, benar… mungkin masalah banyak traveler kayak kita-kita yang masih kerja sama orang, selalu saja pengen mendapat banyak dalam waktu singkat karena cuti yang terbatas. Jadinya ya selalu ada yang dikorbankan (point of interests-nya), Maunya semua bisa dilihat dengan nyaman, apa daya waktu ketat… 😀

      Disukai oleh 1 orang

please... do let me know your thoughts

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s