Efisiennya Kini Mengurus Paspor


Yaiiy… inilah e-paspor bagi WNI yang saya urus sendiri yang ternyata mudah, cepat dan terjangkau. Halaman-halaman di dalam paspor baru saya ini sungguh cantik karena berlatar keindahan Indonesia.

Paspor Lama dan E-Paspor yang Hijau Kebiruan

Paspor Lama dan E-Paspor yang Hijau Kebiruan

Paspor saya habis masa berlaku tahun 2016 sehingga harus diperpanjang di triwulan akhir 2015 karena kebanyakan Negara mensyaratkan paspor berlaku lebih dari enam bulan dan tentu saja sebagai pejalan saya merasa terpenjara bila paspor tidak dalam keadaan siap digunakan. Bagaimana jika boss tiba-tiba memerintahkan saya melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri besok? 😀

Masalahnya saya malas memperpanjangnya sendiri. Sebagai karyawan fakir cuti, rasanya rugi sekali harus cuti demi mengantri di kantor imigrasi untuk memperpanjang paspor. Karena awalnya saya beranggapan segala sesuatu yang berurusan dengan pelayanan publik biasanya terbentur dengan birokrasi yang tidak efisien dan menghabiskan waktu. Belum lagi, kebingungan saya sendiri mau perpanjang jadi e-paspor atau paspor biasa saja? Juga berapa harganya jika mau pakai jasa pihak ketiga? Akhirnya saya googling dan blog-walking untuk mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan saya.

Wesite Direktorat Jendral Imigrasi dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia cukup informatif dalam memberikan penjelasan mengenai persyaratan umum, prosedur, masa berlaku dan biaya paspor. Selanjutnya saya mencari tahu mengenai harga perpanjangan e-paspor dengan menggunakan jasa pihak ketiga yang saat saya ketahui harganya rasanya membuat langsung jatuh terjengkang.

Lalu apa bedanya paspor biasa dan epaspor? Mengapa harga dan lama proses pembuatannya berbeda? Apa keuntungannya?

E-Paspor

Paspor Biasa

Bentuk dan fungsinya seperti paspor biasa, seperti buku dan halamannya bisa dicap juga

Bentuknya seperti buku dan fungsi sebagai tanda pengenal pembawanya

Dilengkapi dengan chip elektronis yang tentunya lebih terjaga keamanannya (secured) sehingga tidak mudah dipalsukan

Tanpa chip

Dapat melenggang melalui autogate di Bandara Soekarno-Hatta selama berfungsi baik

Mengikuti antrian melalui petugas imigrasi

Bisa mendapat visa waiver di Kedutaan Besar Jepang untuk kunjungan wisata ke Jepang dalam waktu 3 tahun

Selanjutnya ada rencana bisa melalui Smartgate di bandara Australia, tetapi kapannya tidak pasti.

Pemegangnya wajib mengajukan visa untuk setiap kunjungan wisata ke Jepang

Dapat diproses hanya di Kantor Imigrasi Jakarta, Soekarno Hatta, Tg Priok, Surabaya dan Batam.

Dapat diproses di semua kantor imigrasi

Biayanya Rp. 655.000,- untuk 48 halaman selesai dalam 5 hari kerja

Biaya untuk paspor biasa 48 halaman 355.000 selesai dalam 3 hari kerja

Kalau menggunakan jasa layanan paspor pihak ketiga 2.5 juta dalam 2 hari kerja.

Jika menggunakan jasa layanan paspor Rp. 550.000 7 hari kerja, Rp. 950.000,- 4 hari kerja dan Rp. 1.5 juta untuk 3 hari kerja serta 2.2 juta dalam 2 hari kerja

Pemohon harus datang langsung ke kantor imigrasi (Walk-in) dan pengajuan aplikasi belum bisa online, tapi isi data, verifikasi dokumen, foto dan sidik jari bisa dalam 1 kali kunjungan

Pemohon bisa memproses aplikasi secara online atau walk-in, lalu datang ke Kanim untuk verifikasi dokumen, foto dan sidik jari

Harus lebih hati-hati dalam menyimpan/ meletakkannya karena ada chip elektronis

Pemeliharaannya standar

Pembayaran ke Bank BNI setelah isi form, foto dan sidik jari di Kanim

Pembayaran ke Bank BNI sebelum verifikasi dokumen, foto dan sidik jari di Kanim

Oh ya, soal visa waiver ke Jepang, perlu diketahui bahwa adanya visa waiver ini tidak menjamin pemegangnya benar-benar bisa masuk ke Jepang saat di Bandara Jepang, karena hak memberi izin masuk ke Negara Sakura itu ada di petugas Bandara, bukan petugas di kedutaan besar. Katanya sih, yang bisa ditolak masuk walaupun ada visa waiver itu karena pernah dideportasi, dalam masa cekal atau terlibat pelanggaran hukum baik di Jepang maupun di Negara lain serta pernah ditahan lebih dari 1 tahun atau ada hal lain yang merupakan keputusan petugas imigrasi Jepang yang tidak dapat diganggu gugat.

Nah soal pemeliharaan e-paspor lebih rumit, -karena mengandung chip elektronik-, maka epaspor tidak boleh ditekuk atau dilipat, dilubangi di halaman belakang termasuk distaples (dalam beberapa Negara ada petugas yang suka menggunakan stapler untuk menempelkan departure card ke halaman-halaman visa), tidak boleh dicelup atau diceburkan ke bahan cair, tidak boleh dibanting atau terkena bahan-bahan kimia. Selain itu epaspor jangan diletakkan di tempat yang sangat panas atau lembab, jangan terkena sinar matahari langsung, jangan diletakkan dekat medan elektromagnetis seperti magnet, televisi, microwave, speaker dan alat-alat lain yang menggunakan magnet. Susah juga kan?

Masalah harus ke Kanim, ya pemohon paspor biasa atau e-paspor tetap harus dua kali datang ke Kanim, selama persyaratan semua terpenuhi. Yaitu sekali untuk mengisi form aplikasi, foto dan sidik jari dan sekali lagi untuk pengambilan e-paspornya. Sedangkan untuk pemohon paspor biasa, sekali datang saat verifikasi dokumen (bila pendaftaran online), foto dan sidik jari dan sekali lagi saat pengambilan paspornya.

Nomor Antrian Walk-In

Nomor Antrian Walk-In

Proses terberat dalam memproses paspor adalah untuk mendapatkan nomor antrian karena di setiap Kantor Imigrasi terdapat kuota jumlah layanan per harinya. Contoh di Kantor Imigrasi (Kanim) Jakarta Selatan menyediakan kuota 100 untuk walk-in, 100 untuk online dan 30 untuk antrian prioritas (para lanjut usia, anak di bawah 3 tahun) dan biasanya sekitar pukul 7 pagi nomor antrian itu sudah habis.

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk memperpanjang paspor saya menjadi e-paspor dan mengurus perpanjangannya sendiri tanpa menggunakan pihak ketiga sesuai anjuran dari DirJen Imigrasi. Saya memilih di Kanim Jakarta Selatan karena paling dekat dengan kantor. Dan untuk kebutuhan perpanjangan paspor itu, agar saya dapat antrian nomor kecil, saya mengharuskan diri bangun lebih pagi dan sampai di Kanim Jaksel di Mampang itu sebelum jam 5 pagi.

Jadi pada hari Jumat beberapa waktu lalu, saya sampai di di Kanim Jaksel pada pk. 04.45 WIB dan dapat urutan nomor 11!

Antrian Map Pagi Hari di Kanim JakSel

Antrian Map Pagi Hari di Kanim JakSel

Saya membawa dua map yang berisi fotocopy surat-surat penting dan map yang berisikan dokumen asli seperti KTP, Kartu Keluarga, Akta Lahir. Kemudian saya meletakkan map yang berisikan fotocopy untuk jadi pengantri sementara saya menuju mushola untuk menunaikan sholat subuh. Ketika saya kembali, antrian map sudah bertambah panjang.

Pk. 07.00 petugas mulai bersiap-siap di halaman, para pemohon diminta untuk berdiri mengikuti nomor antrian mapnya yang dibedakan sesuai jenis pengajuannya yaitu walk-in dan on-line sementara para lansia diperbolehkan tetap duduk. Pada saat ini baru terlihat orang-orang yang menggunakan jasa layanan paspor! Lalu petugas Kanim memberikan penjelasan secara garis besar tentang flow pembuatan paspor. Para pemohon dapat juga mengajukan pertanyaan sementara petugas bersedia menjawabnya hingga ke belakang antrian.

Tiga puluh menit kemudian, pintu dibuka. Sesuai namanya, antrian prioritas mendapat pemanggilan pertama untuk naik ke lantai dua. Setelah antrian prioritas selesai, saya termasuk 15 orang pertama yang diperbolehkan untuk ke lantai dua. Antrian berjalan tertib. Kelima belas orang pertama itu terbagi dua barisan kanan dan kiri dengan masing-masing diperiksa oleh petugas tentang kelengkapan dokumennya pada ujung antrian. Bagi orang yang dokumennya tidak lengkap, tidak dapat meneruskan antrian dan harus keluar. Dan setelah verifikasi selesai, saya mendapat map baru lengkap dengan nomor urutnya plus stempel E-Paspor dari petugas untuk selanjutnya dipersilakan duduk mengisi form.

Setelah kursi cukup penuh, sekitar pk 07.40 petugas memberikan sambutan dan selamat kepada seluruh pengunjung karena berhasil mendapatkan nomor yang pastinya akan diproses langsung pada hari itu. Kemudian petugas tersebut memberikan penjelasan mengenai setiap kolom pada form yang harus diisi. Lalu pada pk 08:00 layanan dibuka dengan 30 nomor prioritas yang diproses terlebih dahulu.

Dan bagi Muslim/Muslimah yang ingin umroh/haji namun nama di paspornya masih terdiri dari dua nama, maka bisa diproses penambahan menjadi 3 nama dengan mengisi surat pernyataan bermeterai. Surat dan meterainya dijual di Koperasi di Lantai 2.

Saya perkirakan sekitar pk. 09.00 baru dipanggil tapi ternyata lebih cepat. Petugas memproses dengan cepat lalu saya pindah ke kursi sebelahnya untuk sidik jari dan foto (yang hasilnya kenapa tidak pernah menarik!). Saya hanya diminta konfirmasi semua datanya apakah benar. Lalu saya diberikan hasil cetakan berukuran kertas A4 yang digunakan sebagai bahan pembayaran ke Bank BNI dan diminta kembali mengambil e-paspor 5 hari kerja setelah melakukan pembayaran. Urusan sampai disini selesai dan saat saya meninggalkan Kanim waktu menunjukkan pk 09.00 pagi. Tidak terlalu lama meninggalkan kantor.

Indahnya Indonesia di Halaman Dalam Paspor

Indahnya Indonesia di Halaman Dalam Paspor

Pada hari yang sama saat istirahat makan siang, saya ke Bank BNI yang berada di dekat kantor, tanpa meninggalkan jam kerja untuk menyelesaikan pembayaran. Lima hari kerja kemudian, artinya hari Jumat berikutnya, saya pergi ke Kanim Jaksel saat istirahat siang. Pada pk 11.45 saya mengambil nomor pengambilan paspor dan sambil menunggu layanan dibuka kembali (karena sedang sholat Jumat), saya menyempatkan diri untuk makan siang terlebih dahulu lalu segera kembali ke Kanim. Tidak sampai 15 menit sejak layanan dibuka setelah sholat Jumat, e-paspor yang bercover hijau kebiru-biruan sudah dalam genggaman saya menuju kembali ke kantor. Lagi-lagi, saya tidak perlu lama meninggalkan pekerjaan di kantor. Murah, cepat dan cuti terselamatkan. Salut dan selamat kepada DirJen Imigrasi yang telah membuktikan perbaikan pelayanan publik.

Iklan

10 pemikiran pada “Efisiennya Kini Mengurus Paspor

  1. Pelayanan kantor imigrasi memang semakin membaik, beda banget dengan dulu2 yang susah diprediksi perlu berapa lama untuk mengurus paspor apalagi untuk kebutuhan yg mendesak dan tetap ingin lewat “jalan yang benar”. Yg paling suka adalah gambar2 di paspor baru, kereeen. Anyway salam kenal yaa 🙂

    Disukai oleh 1 orang

please... do let me know your thoughts

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s