Menikmati Malam di Gyeongju, Korea


Gyeongju, Korea merupakan kota dengan sebutan museum tanpa dinding, karena berseraknya tempat-tempat bersejarah di kota kecil sekitar 1 jam berkendara dari Busan itu. Tetapi apabila tak tertarik dengan sejarah pun, kita tetap masih bisa menikmati kota itu, terutama pada malam hari. Jadi, lupakan sejarah sesaat, nikmati saja keindahan di Gyeongju yang sejuk (atau karena saya datangnya pas musim gugur ya?).

 

Anapji Pond

Saya bersyukur karena mengunjungi tempat ini di kala senja dan menikmatinya hingga malam bertandang. Saya coba lupakan sejenak sejarahnya, dan membiarkan rasa yang menuntun langkah-langkah saya pada malam itu.

Saya hanya menyentuh pagar pembatas area yang di dalamnya terdapat bulatan-bulatan bekas fondasi bangunan itu sebagai tanda permintaan maaf karena ketakmampuan saya melepaskan diri sepenuhnya dari sejarahnya. Aura peninggalan yang sangat kuat tetap terasa membumbung di udara, sehingga saya hanya bisa terdiam hening sebagai penghormatan walaupun kali ini saya hanya ingin menikmati malam di Anapji Pond.

Sisi dari Anapji Pond

Sisi dari Anapji Pond

Lihat! Ada ikan-ikan diantara lampu kolam

Lihat! Ada ikan-ikan diantara lampu kolam

Bangunan Utama di Anapji Pond

Bangunan Utama di Anapji Pond

Detil Atap Bangunan di Anapji Pond

Detil Atap Bangunan di Anapji Pond

Refleksi di Anapji Pond

Refleksi di Anapji Pond

Anapji Pond At Night

Anapji Pond At Night

Anapji Pond dari sisi seberang

Anapji Pond dari sisi seberang

Terlepas dari cerita hebat di baliknya, Anapji Pond tetaplah sebuah kolam, yang berisikan ikan-ikan cantik berenang diantara lampu yang menyinari bangunan-bangunan tradisional berukir indah.

Namun entah kekuatan apa yang menyelimuti saat itu, tetapi terasa sekali pada malam itu atmosfer kaum bangsawan berjalan perlahan menikmati malam, berawal dari aula utama menyusuri bangunan-bangunan cantik di tepi kolam berhias cahaya yang memantul dari air kolam yang tenang. Memberikan efek refleksi yang sempurna. Berpikir sangat dalam mengenai kehidupan bernegara, kehidupan sehari-hari rakyat dan kehidupan romansa pribadi para keluarga kerajaan.

Tidak perlulah mengetahui siapa Raja, siapa Perdana Menteri atau silsilah keturunannya, atau Dinasti yang mengelolanya. Cukuplah untuk menikmati dengan sepenuh hati, merasakan aura kehidupan para pemilik darah biru, merasakan keindahan terangkai sepanjang malam di Anapji Pond. Dan saya pun berjebak dalam semesta keindahan Anapji Pond.

 

Cheomseongdae Observatory

Tak jauh dari Anapji Pond, bisa dicapai dengan berjalan kaki, berdirilah Cheomseongdae Observatory dengan anggunnya di tengah-tengah taman di pusat kota.  Pemerintah setempat telah membuat bangunan kuno itu semakin tampil dramatis dengan sorotan lampu yang memecah kegelapan malam.

Tanpa perlu mengetahui secara dalam kekuatan sejarah di balik keanggunan Cheomseongdae Observatory, siapapun yang melihatnya malam itu akan merasakan hal yang sama. Keindahannya melebihi keingintahuan orang akan fungsi bangunan itu.

Cheomseongdae Observatory - Peninggalan dari Seorang Perempuan

Cheomseongdae Observatory – Peninggalan dari Seorang Perempuan

Saya hanya duduk dalam keheningan di bangku taman dan menikmati Cheomseongdae Observatory yang luar biasa di hadapan. Saya tak melihat sisi sejarahnya, saya tak mencari tahu fungsi bangunannya. Saya hanya diam dalam hening. Suasana yang tercipta terasa magis dan menerbangkan saya untuk melihat ke dalam jiwa mengenai makna kehidupan. Dan malam pun terus merangkak pelan…

Saya tetap tak bisa melepaskan dari kekuatan sejarahnya. Tetapi, lagi-lagi saya berusaha melupakannya sesaat. Saya hanya mengingat bahwa Cheomseongdae merupakan warisan dunia dari seorang perempuan! Dan hidup sebagai perempuan, saya seperti jatuh ke dasar jurang tak bertepi, berhadapan dengan peninggalan dengan tingkat dunia yang seakan bertanya langsung kepada saya, apa yang telah kau berikan kepada dunia sebagai warisan?

Arrggghhh… Cheomseongdae yang indah tetapi membantingku KO.

 

Tumuli Park

Di arah yang berlawanan dari Cheomseongdae Observatory, tersebar tumuli-tumuli (gundukan) yang di dalamnya menyimpan sejarah Korea yang panjang. Tapi malam itu, tak perlu melihat sejarah, tak perlu memikirkan apa yang ada di balik tumuli itu. Lihat saja keindahan lengkung-lengkung rerumputan hijau yang tertata rapi dan disinari lampu sorot.

Lagi-lagi saya terdiam dalam hening. Saya tahu tumuli adalah makam dan hal itu yang menghenyakkan saya dalam keheningan. Saya hanya ingin menikmati dalam hening dan tak ingin terlalu filosofis melihatnya. Tetapi rasa dari dalam itu begitu membuncah Sudahkah saya memikirkan mati? Lalu bagaimanakah saya ingin diingat ketika saya sudah mati? Apakah saya sudah bernilai hingga sekarang ini, sebelum saya mati? Dan masih banyak lagi karena saya berhadapan dengan makam!

Tumuli adalah Makam!

Tumuli adalah Makam!

Tak perlu menilik sejarahnya, tak perlu tahu siapa yang ada di baliknya, hanya makna sebuah makam dan saya pun berlari bergidik, karena tahu belum cukuplah bekal untuk itu.

Kuliner

Di depan area tumuli itu terdapat deretan rumah makan dan kios-kios yang menawarkan makanan Korea atau makanan ringan, yang bagi para wisatawan penggila kuliner bisa langsung menikmatinya setelah lelah berjalan-jalan. Saya sendiri tidak mencicipinya karena saya masih harus berjuang mencari jalan pulang ke penginapan yang lumayan jauh.

***

Jika saja masih ada waktu bagi saya untuk berkeliling lagi, tentu masih banyak tempat wisata lain yang bisa dikunjungi. Tidak apa-apa, saya menyimpannya untuk kunjungan kesana lagi, kapan-kapan ketika kesempatan lain datang…

(DISCLAIMER: All photos are mine unless otherwise stated. Please put the link or e-mail me if you wish to use it personally)

Iklan

Satu pemikiran pada “Menikmati Malam di Gyeongju, Korea

Please... I'm glad to know your thoughts

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s