Ke Korea Selatan? CIiiYusSsS… MiaPah ?*


Demikian, meminjam istilah anak-anak alay kalau ada di depan saya, maknanya adalah sebuah pertanyaan, mau ke Korea Selatan? Seriussss??? Demi apa…??? Demi-kian mungkin… 😀

Bendera Korea Selatan

Bendera Korea Selatan

Ya, lembaran cuti masih tertera 2 minggu lagi yang harus digunakan sebelum berakhirnya tahun 2013 ini jika tidak mau hangus begitu saja. Dan setelah Jepang dan Shenzen tahun ini, saya masih bisa melakukan perjalanan lagi, tetapi destinasinya masih kabur. Kemana?

Korea? Pembatalan perjalanan ke Korea Selatan April lalu, bisa jadi menumpuk dan menekan secara tak sadar keingintahuan tentang negara ini seakan-akan magma bertekanan kuat pada gunung berapi. Ketika itu terjadi peningkatan suhu politik Korea Selatan beserta sekutu-sekutunya dengan Korea Utara yang ‘ujug-ujug iseng berbuat nakal’ untuk test the water dengan Korea Selatan dan dunia pada umumnya. Media internasional menghangat dengan kondisi siap perang ini dan demikian juga dengan media kita yang tak mau kalah, seakan kompor yang mau meledak setiap saat. Kondisi genting ini serta merta membuat exit permit saya dari keluarga dibatalkan sepihak 🙂 tepat 2 minggu sebelum tanggal berangkat. Untung saja permohonan visa masih bisa ditarik dari si agen.

Saya menerima pembatalan ini dengan tawa,

karena dengan pembatalan ini, artinya saya memperpanjang kunjungan saya di Jepang sebagai ganti ke Korea, yang tentunya sangat saya syukuri, Namun, pembatalan tetaplah pembatalan, mungkin ada sedikit rasa terhadap sesuatu yang sudah sangat dekat lalu hilang mendadak.

Walaupun tak kecewa dengan pembatalan itu, namun ketika saya diperlihatkan di depan mata, banyak foto-foto musim gugur yang indah, iman ‘kaki panjang’ yang artinya ‘tukang jalan’ mulai goyah… karena sudah ke Jepang, kenapa tidak ke Korea saat musim gugur. Saya juga masih memiliki pilihan Taiwan untuk keindahan musim gugur, tetapi akhirnya ada pertanyaan mendasar yang selalu muncul saat saya melakukan perjalanan dan ini merupakan hak veto dari diri sendiri, yaitu, dari pilihan-pilihan itu negara mana yang paling banyak UNESCO World Heritage Site-nya… brrraaakkkk…. jawaban itu sangat jelas, dibanding Taiwan, Korea Selatan jauh lebih banyak memiliki WHS! Hingga tahun 2013,  Korea Selatan punya 10 World Heritage Sites!

Destinasi itu meruncing ketika saya memeriksa harga penerbangan ke Korea Selatan. Walaupun tidak semurah tiket untuk perjalanan yang dibatalkan sebelumnya itu, tetapi masih dalam jangkauan, dan waktunya pun sangat cocok. Penerbangan tengah malam, sampai di Korea pagi hari! Tidak perlu lama bagi saya untuk memutuskan destinasi pasti berikutnya : Korea Selatan!

Kemudian diikuti dengan periode yang paling menyenangkan dalam setiap perjalanan: menyusun itinerary. Saya harus menentukan destinasi, membayangkan perjalanan, melakukan riset, googling, baca blog, baca peta, menyusun anggaran, menentukan prioritas, mengubah lagi, mencoret, merevisi, membongkar lagi, cari informasi dari milis dan masih banyak lagi. Pusing karena biaya menjadi bengkak, menurunkan biaya-biaya sampai biasanya terbawa ke alam mimpi saat ketiduran karena kelelahan. Tapi bagi saya, inilah moment yang paling challenging. Rasanya sebagian dari traveling sudah saya jalani dalam alam imajinasi dan hal itu membuat semangat luar biasa mengalahkan kelelahan kerja sehari-hari. Terbangun pada pagi harinya penuh semangat bekerja agar bisa kembali ke fokus perjalanan ini. Benar-benar traveling itu obat semangat yang nomor satu. Luar biasa!

Dan terjadilah saat itu, di tengah malam tiba-tiba ada pertanyaan mendasar yang datang dari lubuk hati terdalam… Sebenarnya, mengapa mau pergi ke Korea Selatan? Pertanyaan yang susah dijawab, tetapi bukan berarti bisa diabaikan. Saya tidak menghentikan proses perencanaan yang sedang saya lakukan, tetapi bagaimanapun pertanyaan itu perlu mendapat perhatian.

Saya sama sekali bukan seorang penggemar lagu-lagu Korea, dan sama sekali buta terhadap bintang-bintang K-pop yang membahana, yang mampu membuat perempuan-perempuan menjerit-jerit histeris. Sebutlah salah satu bintang dan saya akan melongo tidak tahu apa-apa. Bahkan wajahnya yang katanya banyak yang rupawan, tidak membuat saya menjadi tahu juga… Benar-benar buta.

Tambah lagi, saya pun tidak pernah mengikuti, bahkan tidak pernah melihat, drama-drama Korea yang katanya sangking begitu indahnya mampu membuat penontonnya terbawa perasaan, berlinangan airmata, merasakan kesedihan, cinta dan lain sebagainya. Dan katanya drama-drama Korea itu begitu indahnya dibuat dengan latar belakang yang cantik sehingga membuat penontonnya begitu memuja tempat-tempat di Korea. Terus terang…. jika ada yang menanyakan siapa yang belum pernah menonton Winter Sonata, yang membuat Nami island menjadi sangat terkenal, tentu saja saya akan mengangkat tangan… Hingga, demi menolong saya dari ketidaktahuan total mengenai Korea ini, sahabat saya sampai memberikan satu set video Korea yang dia rekomendasikan untuk ditonton. Saya pernah mencoba menontonnya, tapi sepertinya hanya bertahan 10 menit karena saya ketiduran…

Letak Geografis Korea Selatan

Letak Geografis Korea Selatan

Ada lagi, saya bukan penggemar kuliner Korea. Saya hanya tahu Kimchi, itu pun karena program dari televisi kabel di saluran Natgeo Adventure yang saya sukai. Tetapi menonton acaranya itu sendiri secara khusus, tidak pernah saya lakukan, apalagi memakannya. Sebenarnya ada restoran Korea di dekat kantor saya, tetapi kedekatan itu bukan berarti saya pernah memasuki dan makan disitu kan?

Lalu apakah saya mengetahui sejarah Korea? Rasanya untuk itu, saya hanya berada di kisaran 4 sampai 5 dari skala 10. Saya mengetahui adanya perang Korea dari film-film lama Hollywood dan perpolitikan Korea Selatan dan Utara hanya sekilasan dari media. Bagaimana dengan sejarah kerajaannya? Buta!

Mungkin sedikit yang saya kenali adalah produk-produk elektroniknya, seperti Samsung dan LG ataupun otomotifnya, seperti KIA, Hyundai. Produk yang dulunya dipandang sebelah mata, sekarang merangsek ke jajaran produk di tingkat atas, menyalip posisi produk-produk yang terlena akan keprimaannya.

Jadi singkatnya, selain Samsung, LG dan otomotifnya, saya bukan penggemar K-pop, K-drama, bukan penyuka kuliner Korea, juga tidak paham soal sejarah Korea… lalu mengapa saya mau berkunjung ke Korea Selatan? Meminjam lagi istilah anak-anak alay, CiYussSs? MiaPah??

Entahlah, saya tidak mengetahui jawaban pastinya. Mungkin karena ketidaktahuan total itu dan karenanya, saya menjadi ingin tahu… Ciyusss!… Serius! 🙂 Dan bukankah ada pepatah tak kenal maka tak sayang… Siapa tahu saya menjadi cinta Korea karena saya mengenalnya.

Dan sejak saya memutuskan ke Korea Selatan, saya belajar mengenai Korea dengan melihat program televisi kabel dari Korea, menyerapnya seakan saya sudah berada di sana, mulai mengagumi pemandangan alamnya yang indah terutama saat musim gugur, mulai membaca buku-buku mengenai Korea Selatan terutama daerah wisatanya. Sekilas belajar melihat drama atau mendengarkan musik K-pop walaupun baru 2 menit menyaksikan sudah saya ganti channelnya.

Kalau awalnya sudah begini, sekali lagi, ke Korea Selatan? CiiiyYusSs?? MiaPah…? (Serius? Demi apa??) hehehe…

Iklan

Satu pemikiran pada “Ke Korea Selatan? CIiiYusSsS… MiaPah ?*

Please... I'm glad to know your thoughts

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s