Menerima Cinta


Jumat pagi kemarin, setelah melakukan ritual harian melempar senyum lebar dan melambaikan tangan pada anak-anak yang berangkat sekolah sambil mendoakan keberhasilan mereka, diri ini tergerak untuk melakukan sesuatu yang kelihatannya mudah dilakukan, tetapi tidak semudah yang dibayangkan.

Di ruang makan, tangan ini mengambil secangkir teh hangat yang tersedia di meja makan dan membawanya ke teras belakang. Saya duduk diam di sana sambil melihat butiran gerimis yang jatuh di taman belakang dengan sesekali menyesap teh hangat beraroma mint itu. Butiran hujan itu laksana berlian berpendar yang jatuh di antara lembutnya sinar matahari yang tampak malu-malu. Gemericik air mancur kolam ditambah gerimis pagi juga menjadikan suasana yang luar biasa. Hmmm… Seakan-akan waktu bergeming, hanya untuk menjadi milik saya. Inilah sebuah kemewahan pagi. Saya biarkan kemewahan luar biasa ini menyelimuti diri dan lagi-lagi penuh rasa syukur saya berketetapan untuk memperkuat kemampuan menerima cinta pada hari itu dengan senyum tersungging di bibir.

Menerima,

bukanlah sebuah tuntutan atau permintaan akan sesuatu, melainkan sebuah kemampuan menghargai apapun dengan rasa syukur penuh keikhlasan, sehingga secara otomatis memantulkan kembali rasa damai dan bahagia. Sebuah sikap untuk tidak menganggap apapun yang diterima adalah sebuah hak. Dan oleh karena itu, secara aktif memiliki tanggung jawab untuk mengembalikannya kepada yang memberikan lebih dari apapun yang diterima.

Sejatinya, tidak mudah untuk dapat menerima cinta, menerima anugerah, menerima sebuah pertolongan, atau menerima apapun dengan rasa syukur tanpa menganggapnya sebuah hak, tanpa kemampuan memantulkan. Bahkan orang yang berkemampuan untuk memberi, belum tentu memiliki kemampuan menerima yang baik.

Pagi itu, ada rasa dalam diri, dunia tersenyum pada saya, terang dalam suasana hujan  gerimis, hening diantara gemericik air, saya terlimpahkan kasih. Saya mengasah sensitivitas hakiki, merasakan kemewahan sesaat yang bukan milikku. Ini luar biasa…

Dalam perjalanan ke kantor, seakan dibukakan jalan raya bebas hambatan dari biasanya yang penuh kendaraan bersilangan untuk menjadi yang tercepat sehingga saya sampai di kantor 20 menit lebih awal. Ini luar biasa, saya memiliki waktu luang untuk mempersiapkan pekerjaan dengan lebih baik. Saya menerima cinta…

Siang hari di kantor, atasan memanggil saya dengan gembira, bahkan orang yang terkenal menyebalkan di antara rekan kerja, kali ini memberi senyum dan bertanya kabar kepada saya, Luar biasa…. Kemudian orang yang terkenal angkuh di product development pun, tampil tak biasa dengan menyapaku dengan santunnya. Saya menerima cinta…

Di antara kesibukan waktu mengunjungi Kantor Cabang, di lobby gedung, salah seorang direktur dengan akrabnya menyapaku dan bertanya hal yang tidak diduga. Juga, seorang yang terkenal di lingkungan teknologi, yang sering bersikap tidak peduli dan selalu menerabas, bisa berhenti memberi jalan. Diantara meeting panjang mengenai proses bisnis, ada banyak solusi yang menyelesaikan banyak hal.  Menghadiri presentasi dari vendor, terlihat jelas banyaknya peluang kerjasama yang mungkin terjadi. Masih banyak lagi. Saya menerima cinta…

Saya memahami masih banyak yang harus saya pelajari untuk dapat berkemampuan menerima yang baik. Saya telah mengawali hari ini dengan merasakan tiap anugerah dengan rasa syukur dan melepaskan ego untuk menyerap dan memilikinya. Saya tetap masih harus mempelajarinya dari hari ke hari, namun saya percaya, sebuah langkah telah ditetapkan dan saya harus tetap berjalan…

Semoga Anda semua dilimpahkan begitu banyak cinta dalam setiap saatnya.

Iklan

please... do let me know your thoughts

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s