Selalu Ada Cara Yang Lebih Baik…


Pada suatu hari yang cerah, dengan matahari yang bersinar lembut, tanpa awan menghiasi langit biru, dengan udara yang nyaman, duduklah seorang pengemis anak di emperan toko-toko. Pengemis anak itu buta. Topi yang biasa dipakainya, ia letakkan di depan kakinya dalam posisi terbalik. Kemudian pengemis anak itu mengambil karton dari balik kaosnya dan meletakkan di dekat topinya. Di atas karton ada tulisan yang dibuat pengemis anak ** Tolonglah, saya buta ** Orang-orang berlalu lalang, melihatnya dan meletakkan uang logam dan pergi, namun hanya ada beberapa uang logam di dalam topi itu.

Tak lama kemudian lewatlah seorang pria. Ia mengambil uang receh dari sakunya dan meletakkannya ke dalam topi itu dan mengambil karton si pengemis anak. Ia membalikkan karton itu dan menulis sesuatu di atasnya. Kemudian pria itu meletakkan kembali karton yang bertuliskan kalimat barunya di dekat pengemis buta sehingga dapat dilihat oleh orang yang sedang berlalu lalang. Tidak disangka, dalam waktu singkat uang dalam topi pengemis itu bertambah banyak.

Menjelang sore, pria yang sebelumnya mengganti tulisan di karton kembali mendatangi pengemis itu untuk melihat perkembangannya. Pengemis buta mengenali jejak langkahnya dan bertanya, “hmmm… apakah Bapak yang mengganti karton saya pagi ini? Sebenarnya apa yang Bapak tulis disitu? “

Pria tadi menjawab, “Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya mengatakan apa yang Anda katakan tetapi dengan cara yang berbeda. “

Pria itu membaca apa yang ia telah tuliskan pagi-pagi di karton pengemis anak itu  ** Tuhan menjadikan hari ini sangat indah, namun saya tidak dapat melihatnya. **

******

Lalu apakah tulisan pertama dan kedua mengatakan hal yang sama? Tentu saja tulisan di karton itu mengatakan hal yang sama, bahwa pengemis itu buta. Tulisan pertama mengatakan secara langsung, namun yang kedua telah memberitahu orang-orang yang berlalu lalang bahwa mereka memiliki kemewahan dapat melihat dan menikmati keindahan hari sementara pengemis anak itu tidak dapat menikmatinya karena ia buta.

Apakah kita akan terhenyak mengetahui tulisan kedua di karton ternyata lebih efektif?

Ternyata dari cerita sederhana ini dapat ditarik dua hal sebagai pembelajaran.

Pertama – syukurilah dengan apapun yang kita miliki karena ada orang lain yang tidak memilikinya. Tolonglah mereka dimanapun semampu kita

Kedua – Berbuatlah dengan Kreatif, Lakukan dengan Inovatif, Pikirkanlah dengan cara yang lain, karena selalu ada cara yang lebih baik…

Iklan

Please... I'm glad to know your thoughts

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s